Showing posts with label bahaya. Show all posts
Showing posts with label bahaya. Show all posts

Friday, February 21, 2014

BAHAYA FITNAH

Fitnah sudah menjadi sarapan pagi kita sehari-hari ketika kita melihat tayangan televisi dalam menyebarkan berita. Entah kebenaran informasi tersebut hanya sekedar menaikan rating sebuah acara atau tidak, tanpa lagi peduli bahaya yang ditimbulkan. Fitnah dapat terjadi dimana-mana, dan orang terkadang lebih mempercayai suatu berita dari apa yang mereka dengar dan lihat, tanpa tahu kebenaran yang sebenarnya dari orang yang difitnah.

Dalam kehidupan sehari-hari fitnah diartikan perkataan bohong / gosip atau juga tuduhan yang dinisbatkan pada seseorang dimana ia tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan. Lalu bagaimana pengertian Fitnah dalam Alquran? Kata Fitnah dalam Alquran mengandung makna yang beragam dan tidak ditemukan pengertiannya seperti diatas. Oleh sebab itu, hendaknya memaknai kata ‘fitnah’ haruslah dipahami secara keseluruhan dari latar belakang turunnya ayat dan konteks kalimat, agar tidak menghasilkan pemahaman yang melenceng dan keliru.

Pengertian Fitnah dalam Alquran

1. Fitnah berarti Syirik dan Kafir
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi ( Al Baqarah 193 
Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh ( Al Baqarah 217)

2. Fitnah berarti Korban Kezhaliman
“Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami. janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim” (Ynus: 85)

3. Fitnah berarti Kedustaan (Kericuhan)
“Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah” (Al An’am: 23)

4. Fitnah berarti Kebinasaan
“Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah . Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir” (At Taubah: 49)

5. Fitnah berarti Konflik atau pertengkaran
"Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah…” (Ali Imran: 7)

6. Fitnah berarti ujian/bencana/musibah
“Apabila datang kepada kalian seorang pemuda yang kalian sukai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia dengan putri kalian. Kalau tidak, akan terjadi fitnah (bencana) dan kerusakan yang besar di muka bumi.”

7. Fitnah berarti Gangguan
“Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah . Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu”. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?” (Al Ankabut: 10)

8. Fitnah berarti Godaan
“Peliharalah diri kalian dari bahaya dunia dan wanita. Karena fitrah (bencana) yang pertama kali menimpa Bani Israil adalh wanita.” (HR muslim)

Dunia ini Sarang Fitnah
Dalam Al Quran banyak ayat menjelaskan bahwa dunia ini adalah tempat terjadinya fitnah yang berfungsi untuk membedakan apakah seseorang itu benar-benar beriman atau tidak. Bahaya fitnah ini sungguh luar biasa, tidak saja menghancurkan hidup dan nama baik atau kehormatan, karir, rumah tangga bahkan negara, maka dari itu Rasulullah saw menjamin untuk mendapatkan sorga bagi orang yang dapat mengendalikan mulutnya dan kemaluannya.

Wahai orang-orang yang beriman! 
Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, 
maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, 
supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum 
dengan perkara yang tidak diingini dengan 
sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu 
menyesali apa yang kamu telah lakukan. ( Al Hujurat ayat 6 )

Orang beriman tidak melakukan sesuatu yang membuat mereka terlibat dengan hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah. Sebab beberapa perbuatan tertentu, yang walaupun tidak dimaksudkan, dapat menjadi dasar bagi terjadinya fitnah. Dari salah satu pengertian Fitnah berarti ujian,  pada ayat di bawah ini dijelaskan bahwa harta diberikan untuk menguji manusia,ujian-ujian ini dibuat untuk mengungkapkan kedurhakaan orang-orang tertentu

Janganlah engkau tergiur pandang oleh kesenangan 
yang Kami berikan kepada beberapa keluarga di antara mereka, 
sebagai bunga kehidupan duniawi. 
Kami hendak menguji mereka dengan kesenangan itu. 
Namun karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal dari itu.Ta-Ha:131

Janganlah kamu terpesona oleh harta benda dan anak-pinak mereka, 
karena dengan itu semua Allah hendak menyiksa mereka dalam kehidupan dunia ini, 
dan kelak akan melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.At-Taubah:55

Hai orang-orang yang beriman, 
janganlah harta dan anak-anakmu sampai melalaikanmu dari mengingati Allah. 
Barangsiapa yang berbuat demikian, itulah orang-orang yang rugi. Al-Munafiqun:9

Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikitpun juga 
untuk penebus dan menolong mereka dari siksaan Allah, 
Mereka penghuni neraka, serta kekal di dalamnya selama-lamanya. Al-Mujadilah:17

Jika seseorang lebih mengikuti nafsu dunia ketimbang keridhoan Allah, maka ia akan berlaku cuek dan tidak peduli dalam mematuhi perintah Allah. Meskipun Allah berulang-kali mengingatkan bahwa dunia ini hanya tempat sementara bagi manusia untuk menjalani ujian. Maka dari itu, mari kita sama-sama menjaga lidah dan sikap untuk tidak sembarangan berbicara dan bertindak. Jaga hati jangan berburuk sangka dan jaga sikap jangan membuat orang lain berburuk sangka.

Saturday, November 2, 2013

Bahaya Nonton Film Porno Penyebab Ketagihan film porno

Bahaya Nonton Film Porno | Penyebab Ketagihan film porno. Seperti halnya narkoba, film biru alias film porno bisa memicu ketagihan. Awalnya mungkin tampak menjijikkan, tapi selanjutnya bisa bikin orang makin penasaran. Lama-lama, otak jadi error dan tidak bisa lepas dari tontonan tersebut.

Pada awalnya, tidak semua orang terpapar film porno secara sengaja. Beberapa orang terpaksa menonton film semacam itu karena kepepet situasi dan tidak bisa menghindar, misalnya karena tiba-tiba ada teman yang memamerkan koleksi film dewasanya.

"Mual rasanya, habis itu tidak doyan makan," ungkap seorang perempuan lajang, sebut saja Ningsih yang mengaku pertama kali nonton film porno secara tidak sengaja dari ponsel teman kosnya semasa kuliah beberapa tahun silam, seperti ditulis detikHealth, Rabu (17/10/2012).

Jangankan yang tidak sengaja, orang-orang yang memang dari awal merasa penasaran pun sering jijik saat pertama kali menonton film porno. Pasalnya selain mengacaukan pemahaman seseorang tentang nilai-nilai sakral dalam berhubungan seks, film ini kadang menampilkan adegan yang berlebihan.

Pakar psikologi perkembangan dari Universitas Maranatha Bandung, Efnie Indriani mengatakan perasaan negatif yang muncul saat partama kali nonton film porno berasal dari bagian otak yang disebut brain stem atau batang otak. Bagian ini menyimpan memori tentang nilai-nilai norma dan agama.

Saat bagian tersebut aktif, maka perasaan negatif bisa muncul dalam bentuk perasaan bersalah. Bisa juga dalam bentuk lain seperti rasa jijik, yang intinya mendorong seseorang berniat untuk tidak lagi menonton film porno setidaknya pada kesempatan pertama tersebut.

Pada saat yang sama, film porno juga memicu sebuah mekanisme biologis yang tidak disadari yakni pelepasan hormon endorphin dan dopamin. Tanpa disadari, kedua hormon ini memicu rasa senang yang akan tersimpan di salah satu lobus memori dan sewaktu-waktu memori ini bisa muncul lagi.

"Memang siklus manusia itu kadang seperti pelana kuda, naik turun. Ketika brain stem-nya lagi aktif, maka ia akan stop tidak nonton lagi. Tapi ketika muncul memori tentang sensasi nikmatnya keluar hormon itu tadi, orang itu bisa melakukannya lagi dan lagi," terang Efnie.

Pada beberapa orang, rasa jijik maupun perasaan bersalah bisa campur aduk dengan rasa penasaran karena muncul bersamaan. Pada saat yang sama orang-orang bisa spontan menutup matanya dengan telapak tangan, namun diam-diam mengintip dari sela-sela jari yang dibiarkan tidak terlalu rapat.

Diakui oleh Efnie, tahapan hingga seseorang bisa kecanduan film porno tidak selalu sama karena masing-masing berangkat dari titik awal yang berbeda. Kebanyakan titik awalnya adalah eksplorasi, yakni sengaja menonton film tersebut untuk memuaskan rasa penasaran.

Namun ada juga yang berangkat dari faktor kebetulan, seperti yang dialami Ningsih. Meski untuk saat ini belum tertarik untuk nonton film porno lagi, ia mengakui bahwa rasa jijiknya terhadap adegan-adegan yang dilihatnya dari film porno kelak mungkin bisa saja berubah setelah dirinya menikah.

Selain titik awal, Efnie menyebut ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tahapan orang sejak pertama kali nonton film porno hingga sampai ketagihan. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Frekuensi nonton
Munculnya memori kenikmatan yang memicu ketagihan nonton film porno umumnya tidak terjadi secara instant. Biasanya orang baru ketagihan kalau secara rutin dan intens nonton film porno minimal selama 1 bulan, atau bervariasi tergantung daya tahan dan kepekaan otak seseorang.

2. Kesibukan sehari-hari
Makin tinggi kesibukan seseorang, makin rendah risiko adiksi atau ketagihan. Pasalnya orang tersebut tidak punya cukup waktu untuk mengulangi aktivitas nonton film porno, sehingga pelepasan hormon dopamin dan endorphin juga lebih sedikit.

3. Stres
Tingginya tekanan hidup di zaman moderen kadang membuat orang berusaha mengalihkan stres dengan menonton film porno. Kalau terus-terusan, maka orang tersebut akan terbiasa coping (mengatasi) stres dengan nonton video porno sehingga makin mudah membentuk memori rasa senang yang memicu ketagihan.

4. Makanan
Kebanyakan orang mungkin tidak menduga bahwa makanan tinggi protein juga bisa meningkatkan risiko ketagihan film porno. Menurut Efnie, pembentukan neurotransmitter di otak dan berbagai aktivitas biologis yang terkait dengan pelepasan hormon membutuhkan protein. Makin banyak hormon yang dilepas sertaneurotransmitter yang terbentuk, makin rentan seseorang mengalami ketagihan.