Showing posts with label orang. Show all posts
Showing posts with label orang. Show all posts

Friday, December 20, 2013

7 Orang Tertua di Bumi



Panjang umur merupakan anugerah Tuhan yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Apalagi masih bisa menikmati hidup di usia senja. Seperti itulah yang dirasakan oleh 10 Orang Tertua di Dunia ini. Mereka bertahan melintasi sejarah dan hidup nyaman hingga akhir hayat.


Dilansir dari situs listverse.com, kebanyakan mereka berumur panjang yakni perempuan. Hanya ada satu lelaki masuk dalam daftar. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.


1. Kamato Hongo

Kamato Hongo asal Jepang menjadi salah satu orang hidup paling lama di muka bumi. Usianya saat meninggal pada 2003 yakni 116 tahun 45 hari. Hongo tiada sebab penyakit radang paru-paru dideritanya.

Hongo lahir pada 16 September 1887 di sebuah pulau kecil Kota Takunoshima. Saat namanya masuk menjadi daftar orang tertua sejagat, perempuan ini langsung menjadi selebritas. Wajah keriputnya tercetak di pelbagai benda mulai dari kaos, gantungan kunci, kartu telepon, dan lain-lain.

Hongo melewati beberapa peristiwa penting terjadi sejagat termasuk Perang Dunia I dan II.

2. Carrie White

Carrie White tersohor sebab namanya tercatat dalam rekor dunia sebagai salah satu orang tertua sejagat. Perempuan ini lahir di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat, pada 18 November 1874. Dia meninggal di usia 116 tahun 88 hari.

Masa tuanya dia habiskan di sebuah panti jompo. Dia masuk ke situ bukan hanya masalah umur namun juga mengatasi masalah ketakutannya ditinggal sendirian.

3. Elizabeth Bolden

Elizabeth Bolden lahir di Kota Tennessee, Amerika Serikat 15 Agustus 1890. Dia menjadi salah satu orang tertua di dunia. Dia juga salah satu dari tujuh orang berhasil hidup hingga usia 116 tahun.

Bolden memiliki tujuh anak namun hanya dua yang berhasil bertahan hingga kematian dia pada 2006. Umurnya pada saat dia meninggal yakni 116 tahun 118 hari.

Di usia sangat senja Bolden telah memiliki 40 cucu, dan 420 cicit.

4. Tane Ikai

Tane Ikai salah satu orang paling tua pernah ada sejagat. Usianya saat tiada yakni 116 tahun 175 hari.

Ikai lahir di Jepang 18 Januari 1879 dan meninggal pada 12 Juli 1995. Perempuan ini padahal sudah terkena stroke sejak usia 93 tahun namun bisa bertahan dengan diet makan bubur sehari tiga kali. Setelah dia tiada, jenazahnya diotopsi untuk pelbagai kepentingan medis. Dia diketahui menjadi satu-satunya orang paling tua yang mayatnya menjadi penelitian.

5. Maria Esther Heredia de Capovilla 

Maria Esther Heredia de Capovilla punya umur yang panjangnya sama dengan nama dia. Perempuan ini meninggal di usia 116 tahun 347 hari, atau mendekati 117 tahun.

Maria lahir di Ekuador 14 September 1889 dan meninggal pada 27 Agustus 2006. Perempuan ini berasal dari kalangan bangsawan namun jarang mengikuti gaya hidup sosialita seperti merokok dan minum minuman keras.

Bahkan sebelum meninggal Maria masih mampu melihat televisi, membaca koran, dan berjalan tanpa bantuan tongkat.

6. Marie Louise Milleur

Marie Louise Milleur lahir di Kanada 29 Agustus 1880 dan meninggal pada 16 April 1998. Usianya saat tiada yakni 117 tahun 230 hari.

Dia tercatat menjadi perempuan tertua sejagat pernah ada. Mendekati ajal dia diketahui punya penyakit pembekuan darah. Saat tiada, anak-anaknya tidak ada yang mengetahui lantara Milleur sudah tergolek lemah di ranjang sejak usia 90 tahun. Namun keluarganya tahu dia wafat sebab dalam sehari tidak berteriak meminta rokok. Milleur seorang vegetarian dan pecandu nikotin berat.

7. Lucy Hannah

Lucy Hannah lahir di Amerika Serikat 16 Juli 1875 dan meninggal pada 21 Maret 1993. Usianya saat tiada 117 tahun, 248 hari.

Dia menjadi salah satu orang Amerika paling tua sepanjang sejarah Negara Adidaya itu. Hannah pernah mengalami perbudakan hingga akhirnya Presiden Abraham Lincoln membebaskannya dari pratik keji itu.


Sumber Artikel: http://www.didunia.net/2013/03/10-orang-tertua-di-dunia.html#ixzz2O4H0BGoI

Monday, December 16, 2013

Kenapa Kita Bisa Ikut Merasa Gatal Jika Melihat Orang Lain Garuk garuk

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCk8D4DJECUusQNnTUvl6jKTCaecpB2Ar9XHQzyWsd0wzBA098PPya0OK7g58ydpdqTTBnsEiSMMiY8SnThas8GKiY59aAHeZsdamGeo71UgOt3xFShKUeSqNxPUUZo2lP5C9sLlB7bFU/s1600/gatal.jpg

Bukan hanya batuk yang bisa menular, gatal-gatal di kulit bisa juga menjangkiti orang di sekitar penderitanya. Bukan karena ada kutu yang meloncat dari satu orang ke orang lain, melainkan karena gatal bisa dipicu oleh rangsang visual.
Bukan hanya batuk yang bisa menular, gatal-gatal di kulit bisa juga menjangkiti orang di sekitar penderitanya. Bukan karena ada kutu yang meloncat dari satu orang ke orang lain, melainkan karena gatal bisa dipicu oleh rangsang visual.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCk8D4DJECUusQNnTUvl6jKTCaecpB2Ar9XHQzyWsd0wzBA098PPya0OK7g58ydpdqTTBnsEiSMMiY8SnThas8GKiY59aAHeZsdamGeo71UgOt3xFShKUeSqNxPUUZo2lP5C9sLlB7bFU/s1600/gatal.jpg

Selama ini, gatal akibat reaksi alergi dianggap tidak mungkin menular karena berkaitan dengan reaksi hipersensitivitas yang berbeda tiap individu. Lain halnya jika gatal dipicu oleh jamur atau kutu, yang memang bisa menular melalui kontak langsung.

Namun sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Wake Forest University di North Carolina membuktikan, gatal karena alergi juga bisa menular. Karenanya seringkali ada fenomena jika satu orang garuk-garuk, maka orang lain dalam satu ruangan ikut merasakan gatalnya.

"Ada mekanisme di otak tengah yang memicu gatal meski tidak ada rangsang gatal yang sebenarnya, tapi hanya penafsiran otak berdasarkan rangsang visual," ungkap Dr Gil Yosipovitch yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Telegraph.

Dalam percobaannya, Dr Gil meminta 25 orang relawan untuk melihat serangkaian video yang masing-masing berdurasi 5 menit. Video itu menampilkan adegan orang-orang yang sedang terserang gatal-gatal kemudian menggaruk-garuk permukaan kulitnya.

Hasilnya, relawan yang sesaat kemudian terserang gatal-gatal jumlahnya 2 kali lebih banyak dibandingkan kelompok relawan yang tidak menonton video. Hal ini menunjukkan bahwa rangsang visual dalam video yang menampilkan orang gatal-gatal juga memicu reaksi gatal pada yang menonton.

Bahkan ketika benar-benar diberi rangsang gatal, reaksinya lebih kuat jika relawan menonton video orang gatal-gatal. Dr Gil mengoleskan larutan histamin, semacam pemicu alergi ke kulit relawan, namun ternyata rasa gatal dirasakan juga di bagian lain yang tidak diolesi histamin.

Sumber :
health.detik.com