Monday, December 9, 2013

Kumpulan Puisi Tentang hujan

Kumpulan puisi hujan ini menyambung artikel yang kemarin mengenai puisi hujan romantis karya Sapardi Djoko Damono. Setelah sebelumnya lebih dulu memposting artikel puisi jatuh cinta dan puisi kehidupan. Kebetulan sekarang lagi musim hujan, hehe. Jadi kumpulan puisi hujan ini sangat pas kalau dipublikasikan sekarang ini. Siapa tahu kamu jadi terinspirasi bikin puisi yang lebih bagus lagi tentang hujan ini.

Pada Suatu Pagi Hari

Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis
sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu
hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan
sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya
kenapa.


Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk
memecahkan cermin membakar tempat tidur. Ia hanya ingin
menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-
rintik di lorong sepi pada suatu pagi.

(1973)
(“Pada Suatu Pagi Hari”, Sapardi Djoko Damono dalam Hujan Bulan Juni)


Percakapan Malam Hujan

Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan
payung, berdiri di samping tiang listrik. Katanya kepada
lampu jalan, “Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga
malam.”

“Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara
desah; asalmu dari laut, langit, dan bumi; kembalilah,
jangan menggodaku tidur. Aku sahabat manusia. Ia suka
terang.”

(1973)
(“Percakapan Malam Hujan”, Sapardi Djoko Damono dalam Hujan Bulan Juni)


Kuhentikan Hujan

Kuhentikan hujan. Kini matahari
merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan –
ada yang berdenyut
dalam diriku:
menembus tanah basah,
dendam yang dihamilkan hujan
dan cahaya matahari.

Tak bisa kutolak matahari
memaksaku menciptakan bunga-bunga.

(1980)
(“Kuhentikan Hujan”, Sapardi Djoko Damono dalam Hujan Bulan Juni)


Hujan Dalam Komposisi 3

dan tik-tok jam itu kita indera kembali akhirnya
terpisah dari hujan

(1969)
(“Hujan dalam Komposisi, 3”, Sapardi Djoko Damono dalam Hujan Bulan Juni)

Gadis Kecil

ada gadis kecil diseberangkan gerimis
di tangan kanannya bergoyang payung
tangan kirinya mengibaskan tangis-
di pinggir padang ada pohon dan seekor burung


Hujan dalam Komposisi, I

“Apakah yang kautangkap dalam suara hujan,
Dari daun-daun bugenvil basah yang teratur
Mengetuk jendela?Apakah yang kau tangkap
Dari bau tanah, dari ricik air
Yang turun di selokan?”

Ia membayangkan hubungan gaib antara tanah
Dan hujan, membayangkan rahasia daun basah
Serta ketakutan yang berulang

“Tidak ada. Kecuali bayang-bayangmu sendiri
Yang di balik pintu memimpikan ketukan itu,
Memimpikan sapa pinggir hujan, memimpikan
Bisik yang membersit dari titik air
Menggelincir dari daun dekat jendela itu
Atau memimpikan semacam suku kata
Yang akan mengantarmu tidur.”

Barangkali sudah terlalu sering ia
Mendengarnya, dan tak lagi mengenalnya



Hujan, Jalak, dan Daun Jambu

Hujan turun semalaman. Paginya jalak berkicau dan daun jambu bersemi;
Mereka tidak mengenal gurindam dan peribahasa, tapi menghayati adat kita yang purba

Tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita manusia, merasa bahagia.
Mereka tidak pernah bisa menguraikan hakikat kata-kata mutiara,
Tapi tahu kapan harus berbuat sesuatu, agar kita merasa tidak sepenuhnya sia-sia


Membebaskan Hujan

ada yang ingin menjaring hujan
dengan pepatah-petitih tua
yang tak lekang meski basah -
hujan buru-buru menghapusnya

ada yang ingin mengurung hujan
dalam sebuah alinea panjang
yang tak kacau meski kuyup -
hujan malah sibuk menyuntingnya

ada yang ingin membebaskan hujan
dengan telapak tangan
yang jari-jarinya bergerak gemas -
hujan pun tersirap: air mata

Nah, itulah kumpulan puisi hujan karya sang Maestro Sapardi Djoko Damono. Bagaimana, Kamu sudah punya inspirasi untuk membuat puisi tentang hujan?

Sunday, December 8, 2013

Penyakit Asma Penyebab Gejala dan Cara Pengobatan

Penyakit Asma
Gen22.net - Apa itu penyakit Asma? Menurut Wikipedia, Asma adalah keadaan saluran napas yang mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan memengaruhi saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Bagi Anda yang ingin ahu lebih jauh mengenai penyakit Asma, silahkan simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Penyebab Penyakit Asma


Berikut ini beberapa penyebab penyakit asma diantara lain adalah sebagai berikut:

1. Bawaan atau Turunan
Seperti yang sudah dijelaskan diatas kalau penyakit asma merupakan penyakit turunan. Jika dikeluarga kita memiliki riwayat penyakit asma, maka tidak menutup kemungkinan Anda atau anak anda juga akan mengidap penyakit tersebut. Jadi, perlu diketahui kalau penyakit asma itu tidak menular melainkan penyakit turunan.

Oleh karena itu, jika Anda sudah mengetahui kalau diriwayat keluarga kita ada yang mengidap penyakit asma, maka segeralah untuk mengambil tindakan untuk mengobati penyakit asma ini dengan cara berkonsultasi pada dokter spesialis.

2. Faktor Lingkungan
Lingkungan yang kotor yang dipenuhi dengan debu dan asap merupakan awal dari timbulnya penyakit asma. Debu yang terdapat dirumah maupun ditempat umum lainnya adalah penyebab terjadinya penyakit asma, begitu halnya dengan asap rokok, asap kendaraan dan asap-asap lainnya, kesemuanya itu merupakan faktor terjadinya penyakit asma.

Oleh karena itu, dianjurkan untuk senangtiasa menjaga pola hidup yang sehat. Membersihkan rumah dari debu sesering mungkin dan sebisa mungkin menghindarkan anak dari benda-benda yang mudah pencetus alergi seperti boneka yang berbulu halus maupun bantal atau kasur dari kapok.

3. Faktor Makanan
Makanan juga menyebabkan timbulnya penyakit asma. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan penyakit asma dan perlu untuk dihindari diantaranya adalah makanan junk food yang memiliki kadar MSG dan pengawet yang tinggi, minuman es atau dingin, kacang dan coklat yang mengandung allergen begitu juga dengan kacang tanah.

4. Udara Dingin
Cuaca suhu dingin juga merupakan faktor timbulnya penyakit asma. Penggunaan AC dengan suhu dan serta cuaca dingin didaerah pegunungan bisa menyebabkan terjadinya penyakit asma.

Tanda dan Gejala Penyakit Asma


Mengikuti perkembangan atau mengamati gejala asma setiap hari merupakan langkah sangat penting untuk membantu dokter menyusun rencana pengobatan yang lebih efektif.

Tapi masalahnya, banyak orang yang belum tahu bagaimana cara mengamati gejala asma ini. Tak perlu cemas, berikut empat cara memantau gejala asma:

1. Perhatikan gejala di siang hari, termasuk rasa sesak napas, mengi, batuk dan rasa sesak di dada

2. Catat seberapa sering gejala asma membangunkan tidur Anda di malam hari dan apa saja gejala tersebut

3. Mengamati seberapa sering Anda harus menggunakan inhaler untuk melancarkan napas Anda kembali

4. Buatlah daftar kegiatan yang terbukti menyebabkan asma Anda kambuh, seperti misalnya berjalan kaki, naik tangga, melakukan tugas-tugas harian atau bermain dengan anak-anak

Bila Anda dapat merekam semua gejala asma yang Anda alami, segera konsultasikan dengan dokter agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat dan efektif.

Pengobatan Penyakit Asma


Selain dengan pengobatan medis, penyakit asma juga bisa disembuhkan dengan oat-obat tradisional. Berikut ini ramuan tradisional untuk mengobati penyakit asma.

1. Bunga kenanga kering
Bahan: 3 kuntum bunga kenanga kering dan 200cc air.
Cara pengobatan: Bunga kenangan kering diseduh dengan 200cc air yang mendidih, kemudian tutup rapat. Setelah agak dingin airnya diminum sekaligus. Minum ramuan ini secara teratur setiap hari.

2. Buah Cermai
Bahan: 6 biji buah cermai [ciremai], 2 siung bawang merah, 1/4 genggam akar kara, 8 buah lengkeng dan 2 gelas air.
Cara pengobatan: Cuci bersih buah lengkeng, lalu ditumbuk dengan semua bahan yang lain. Kemudian, rebus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin airnya disaring dan diminum.

3. Daun Ki tolod
Bahan: 2 lembar daun ki tolod dan 2 gelas air.
Cara pengobatan: Daun ki tolod dicuci bersih kemudian direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum. Lakukan pengobatan ini dua kali sehari setiap pagi dan sore.

Info lebih lengkap bisa dilihat dalam artikel: Cara Mengobati Penyakit asma. Semoga bermanfaat.

Saturday, December 7, 2013

Ingin Bertemu Bayinya Kabur dari Penjara

Nekat, ingin bertemu bayinya kabur dari penjara. Kepala Lembaga Permasyarakatan Wanita (LPW) Sukun, kota Malang, Enny Purwaningsih ketika dikonfirmasi enggan menjelaskan perihal kaburnya Ita ini. Saat dihubungi, Enny mengalihkan telpon ke salah satu stafnya, Lilik S. Lilik sendiri mengakui bahwa LP hanya mengijinkan keluarga Ita untuk membesuk dengan syarat tertentu. Secara prosedural, kata Lili, memang ada tahapan perizinan yang harus ditempuh. "Ita ini belum dilimpahkan ke kami, dia masih titipan pihak kejaksaan Batu. Jadi, kalau mau jenguk harus minta izin dulu ke Batu." Ujar Lilik.

Terlepas dari itu, Lilik mengakui kaburnya Ita karena kelengahan pihak LP. Ia kabur dengan cara memanjat dinding menggunakan tangga yang diambilnya dari gudang. Kejadian kaburnya Ita ini mengundang simpati sekaligus keprihatinan dari aktifis LSM kewanitaan Sri Wahyuningsih, SH. Saat mendengar kabar dari Surya kemarin, Direktur LSM Woman Crisis Center Dian Mutiara ini mengaku terenyuh dan berencana mengunjungi Ita di LPW Sukun.

Wahyu, begitu biasa ia dikenal, mengecam keruwetan birokrasi yang menurutnya memenjarakan rasa kangen Ita pada sang anak. "Rasa kangen ibu pada sang anak itu sangat naluriah. Sudah saatnya peraturan di LP memberikan kelongggaran untuk mewujudkan hal itu. Kalau perlu tahanan seharusnya diantar untuk bertemu anaknya di rumah," ujar Wahyuningsih.

Ia mengatakan, apa yang terjadi pada Ita bisa jadi adalah sebuah bentuk kekerasan perempuan yang dilakukan oleh birokrasi. "Sangat Ironis, apa lagi terjadi saat kita baru saja memperingati 25 November sebagai hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan sedunia," ucap dosen senior Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.

beritahu teman anda artikel-artikel bagus dari gen22.blogspot.com

Membuat Threaded Comments Pada Blok Komentar Blogspot Versi II

Setelah Threaded Comments yang pertama, yang telah dibahas sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang Threaded Comments lain yang bisa diterapkan pada blogspot, seperti yang diterapkan pada blok komentar SC Community.

Pengetahuan tentang Threaded Comments yang satu ini saya peroleh gara-gara pertanyaan Mbak Reni bulan Februari lalu mengenai kemungkinan yang bakal terjadi jika menggunakan Threaded Comments ini. Waktu itu saya belum bisa menjelaskannya karena belum menjajal script-nya, maklum masih dalam keadaan hiatus, hehehe...

Threaded Comments yang satu ini memang rentan untuk error karena harus mengganti hampir seluruh kode HTML komentar pada blogspot. Namun jika berhasil, Threaded Comments ini "mudah diatur" dan bisa menggunakan setelan komentar apapun, baik setelan disemat, jendela munculan, atau halaman penuh, tidak seperti Threaded Comments yang pertama.

Jika sobat ingin menggunakan Threaded Comments ini, bisa dilihat pada sumbernya di sini atau sumber yang paling awalnya di sini. Tapi jika ingin gampangnya, ikuti saja langkah-langkah berikut:
  • Dari halaman Dasbor, pilih Template - Edit HTML(untuk amannya, lakukan duplikasi template terlebih dahulu).
  • Beri tanda centrang pada Expand Template Widget.
  • Setelah itu tambahkan CSS berikut di atas kode ]]<>/b:skin>:

    /*=== Threaded Comments ===*/
    .cm_wrap {
    clear: both;
    margin-bottom: 10px;
    float: right;
    width: 100%;
    }
    .cm_head {
    margin: 0;
    width: 70px;
    float: left;
    }
    .cm_avatar {
    margin: 0;
    vertical-align: middle;
    border: 1px solid #DDD;
    padding: 3px;
    background-image: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLpacojD9dvo2_9ZagJFlL7qOyZV_b8o4mw07ZEMoNEfzmPS5duHGkb7yOdihe-fnZqhLxqPixU8hMbOt7LeVOH15nVYqNAxzJoHMFgsQtOLDvUzj1MwbjXS33sVtpoHBzCfztFJlv-Ts/s1600/blog-anonim.png);
    background-position:center;
    background-repeat:no-repeat;
    width: 35px;
    height: 35px;
    }
    .cm_reply {
    padding-top: 5px;
    }
    .cm_reply a {
    display: inline-block;
    margin: 0;
    padding: 1px 6px;
    border: 1px solid #C4C4C4;
    border-top-color: #E4E4E4;
    border-left-color: #E4E4E4;
    color: #424242 !important;
    text-align: center;
    text-shadow: 0 -1px 0 white;
    text-decoration: none;
    -webkit-border-radius: 2px;
    -moz-border-radius: 2px;
    border-radius: 2px;
    background: #EDEDED;
    background: -webkit-gradient( linear, left top, left bottom, color-stop(.2, white), color-stop(1, #E5E5E5) );
    background: -moz-linear-gradient( center top, white 20%, #E5E5E5 100% );
    font: 11px/18px sans-serif;
    }
    .cm_reply a:hover {
    text-decoration: none !important;
    background: #CCC;
    background: -webkit-gradient(linear,left top,left bottom,color-stop(.2, #EEE),color-stop(1, #CCC));
    background: -moz-linear-gradient(center top,#EEE 20%,#CCC 100%);
    }
    .cm_entry {
    padding: 16px;
    background:#FCFCFC;
    border: 1px solid #E4E4E4;
    overflow: hidden;
    }
    .cm_entry p {
    margin: 0;
    font-size: 13px;
    color: #666;
    }
    .cm_arrow {
    display: block;
    width: 9px;
    height: 18px;
    background: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixMO9-YVlqfyZrDPf1QZwChaFz3VAqzu6rPAsiY-WipjDdPVO42kfJACC2MEV3DkLicO8QdaY8yhXNATaub6Jqg_KiTqAW9JwQFha5Z34vet2rx3SGYekNb-Y-GUqukXuL6opH2NfF9YY/s1600/comment-arrow.gif) no-repeat;
    position: absolute;
    margin-left: -25px;
    }
    .cm_info {
    margin-bottom: 5px;
    }
    .cm_name {
    font-weight: bold;
    font-size: 12px;
    float: left;
    }
    .cm_date {
    font-size: 10px;
    float: right;
    font-style: italic;
    color: #CCC;
    }
    .cm_pagenavi {
    font-size: 10px;
    text-transform: uppercase;
    color: #666;
    text-shadow: 1px 1px white;
    font-weight: bold;
    }
    .cm_pagenavi a {
    color: #666;
    text-decoration: none;
    padding:10px;
    }
    .cm_pagenavi a:hover {
    text-decoration: underline
    }
    .cm_pagenavi span {
    color: #888;
    background: white;
    padding: 4px;
    border: 1px solid #E0E0E0;
    }
  • Jika ingin tampilan avatar container-nya menarik, tambahkan CSS berikut di bawahnya:

    /*=== BOX Avatar dan Blank Avatar ===*/
    .avatar-image-container {
    box-shadow: 1px 1px 0 #CCC, 3px 3px 0 #FFF, 4px 4px 0 #CCC, 6px 6px 0 #FFF, 7px 7px 0 #CCC;
    -webkit-box-shadow: 1px 1px 0 #CCC, 3px 3px 0 #FFF, 4px 4px 0 #CCC, 6px 6px 0 #FFF, 7px 7px 0 #CCC;
    -moz-box-shadow: 1px 1px 0 #CCC, 3px 3px 0 #FFF, 4px 4px 0 #CCC, 6px 6px 0 #FFF, 7px 7px 0 #CCC;
    -o-box-shadow: 1px 1px 0 #CCC, 3px 3px 0 #FFF, 4px 4px 0 #CCC, 6px 6px 0 #FFF, 7px 7px 0 #CCC;
    }
    .avatar-image-container img {
    background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLpacojD9dvo2_9ZagJFlL7qOyZV_b8o4mw07ZEMoNEfzmPS5duHGkb7yOdihe-fnZqhLxqPixU8hMbOt7LeVOH15nVYqNAxzJoHMFgsQtOLDvUzj1MwbjXS33sVtpoHBzCfztFJlv-Ts/s1600/blog-anonim.png);
    width:35px;
    height:35px;
    border:none;
    }
    .avatar-image-container img:hover {
    transform:scale(1.2) rotate(360deg); -ms-transform:scale(1.2) rotate(360deg); -o-transform:scale(1.2) rotate(360deg); -moz-transform:scale(1.2) rotate(360deg); -webkit-transform:scale(1.2) rotate(360deg);
    transition:0.5s; -ms-transition:0.5s; -o-transition:0.5s; -moz-transition:0.5s; -webkit-transition:0.5s;
    }
  • Setelah itu cari kode berikut:

    <b:includable id=comments var=post>
  • Ganti kode HTML komentar yang terletak antara:

    <b:includable id=comments var=post>

    Kode HTML komentar yang harus diganti mulai dari kode
    <div class=comments id=comments>
    sampai kode penutupnya
    </div>

    </b:includable>
    dengan kode HTML berikut:

    <!--Threaded Komentar-->
    <div class=comments id=comments>
    <a name=comments/>
    <b:if cond=data:post.allowComments>
    <h4>
    <b:if cond=data:post.numComments &gt; 0>
    <b:if cond=data:post.numComments == 1>
    <span id=cm_total>1</span> komentar
    <b:else/>
    <span id=cm_total><data:post.numComments/></span> komentar
    </b:if>
    </b:if>
    </h4>

    <div id=cm_reply_css></div>

    <div class=cm_pagenavi id=cm_page></div>

    <div id=cm_block>
    <b:loop values=data:post.comments var=comment>
    <b:if cond=data:comment.isDeleted>
    <b:else/>

    <div expr:id=data:comment.anchorName>
    <div class=cm_wrap>
    <a expr:name=data:comment.anchorName/>
    <div class=cm_head>
    <div class=cm_avatar>
    <b:if cond=data:blog.enabledCommentProfileImages>
    <data:comment.authorAvatarImage/>
    </b:if>
    </div>
    <div class=cm_reply>
    <a expr:href=&quot;https://www.blogger.com/comment.g?blogID=NOMOR ID-BLOG&amp;postID=&quot; + data:post.id + &quot;&amp;isPopup=true&amp;postBody=%40%3C%61%20%68%72%65%66%3D%22%23&quot; + data:comment.anchorName + &quot;%22%3E&quot; + data:comment.author + &quot;%3C%2F%61%3E#form&quot; onclick=javascript:window.open(this.href, &quot;bloggerPopup&quot;, &quot;toolbar=0,location=0,statusbar=1,menubar=0,scrollbars=yes,width=600,height=500&quot;); return false;>Balas</a>
    </div>
    </div>

    <div class=cm_entry>
    <span class=cm_arrow></span>
    <div class=cm_info>
    <div class=cm_name>
    <b:if cond=data:comment.authorUrl>
    <a expr:href=data:comment.authorUrl rel=nofollow target=_blank>
    <data:comment.author/>
    </a>
    <b:else/>
    <b><data:comment.author/></b>
    </b:if>
    </div>
    <div class=cm_date>
    <data:comment.timestamp/>
    <b:include data=comment name=commentDeleteIcon/>
    </div>
    <div class=clear/>
    </div>

    <p><data:comment.body/></p>
    </div>
    </div>
    </div>
    </b:if>
    </b:loop>
    </div>

    <div class=cm_pagenavi id=cm_page_copy></div>

    <b:if cond=data:post.embedCommentForm>
    <b:if cond=data:post.allowNewComments>
    <b:include data=post name=comment-form/>
    <b:else/>
    <data:post.noNewCommentsText/>
    </b:if>
    <b:else/>
    <b:if cond=data:post.allowComments>
    <a expr:href=data:post.addCommentUrl expr:onclick=data:post.addCommentOnclick><data:postCommentMsg/></a>
    </b:if>
    </b:if>

    </b:if>
    </div>
    <!--/Threaded Komentar-->
    Keterangan:
    Ganti NOMOR ID-BLOG dengan nomor ID blog kamu yang tertera pada address bar (19 angka)
  • Setelah itu cari </body> lalu tambahkan script berikut di atasnya:

    &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
    var _0x7bf4=["x32x20x78x3Dx31x72x2Ex31x6Ex2Ex4Ax3Bx32x20x46x3Dx77x2Ex79x28x27x31x6Dx27x29x3Bx32x20x6Dx3Dx46x2Ex75x3Bx32x20x70x3Dx5Bx5Dx3Bx32x20x37x3Dx5Bx5Dx3Bx32x20x64x3Dx5Bx5Dx3Bx32x20x6Ex3Dx30x3Bx32x20x49x3Dx27x27x3Bx32x20x4Bx3Dx27x27x3Bx32x20x45x3Dx27x27x3Bx32x20x69x3Dx30x3Bx32x20x6Ax3Dx30x3Bx32x20x6Bx3Dx30x3Bx32x20x68x3Dx30x3Bx32x20x62x3Dx27x27x3Bx32x20x42x3Dx22x22x3Bx32x20x71x3Dx22x22x3Bx31x73x20x31x31x28x29x7Bx32x20x56x3Dx2Dx31x3Bx38x28x5Ax2Ex31x79x3Dx3Dx27x31x7Ax20x31x76x20x31x75x27x29x7Bx32x20x31x65x3Dx5Ax2Ex31x77x3Bx32x20x31x30x3Dx31x78x20x31x32x28x22x31x74x20x28x5Bx30x2Dx39x5Dx7Bx31x2Cx7Dx5Bx5Cx2Ex30x2Dx39x5Dx7Bx30x2Cx7Dx29x22x29x3Bx38x28x31x30x2Ex31x41x28x31x65x29x21x3Dx31x70x29x56x3Dx31x71x28x31x32x2Ex24x31x29x7Dx31x6Fx20x56x7Dx32x20x57x3Dx31x31x28x29x3Bx38x28x57x3Dx3Dx2Dx31x7Cx7Cx57x3Ex3Dx39x29x7Bx31x34x28x6Dx2Ex66x28x27x4Cx3Dx22x63x27x29x21x3Dx2Dx31x29x7Bx69x3Dx6Dx2Ex66x28x27x4Cx3Dx22x63x27x29x3Bx6Dx3Dx6Dx2Ex65x28x69x2Bx34x29x3Bx69x3Dx6Dx2Ex66x28x27x22x27x29x3Bx70x5Bx6Ex5Dx3Dx6Dx2Ex65x28x30x2Cx69x29x3Bx6Dx3Dx6Dx2Ex65x28x69x29x3Bx37x5Bx6Ex5Dx3Dx77x2Ex79x28x70x5Bx6Ex5Dx29x2Ex75x3Bx64x5Bx6Ex5Dx3Dx30x3Bx6Ex2Bx2Bx7Dx76x28x69x3Dx30x3Bx69x3Cx6Ex2Dx31x3Bx69x2Bx2Bx29x7Bx76x28x6Ax3Dx69x2Bx31x3Bx6Ax3Cx6Ex3Bx6Ax2Bx2Bx29x7Bx38x28x37x5Bx6Ax5Dx2Ex66x28x70x5Bx69x5Dx29x21x3Dx2Dx31x29x7Bx49x3Dx70x5Bx6Ax5Dx3Bx4Bx3Dx37x5Bx6Ax5Dx3Bx64x5Bx6Ax5Dx3Dx64x5Bx69x5Dx2Bx31x3Bx45x3Dx64x5Bx6Ax5Dx3Bx76x28x68x3Dx69x2Bx31x3Bx68x3Cx6Ax3Bx68x2Bx2Bx29x7Bx38x28x64x5Bx68x5Dx3Cx45x29x7Bx31x37x7Dx7Dx76x28x6Bx3Dx6Ax3Bx6Bx3Ex68x3Bx6Bx3Dx6Bx2Dx31x29x7Bx70x5Bx6Bx5Dx3Dx70x5Bx6Bx2Dx31x5Dx3Bx37x5Bx6Bx5Dx3Dx37x5Bx6Bx2Dx31x5Dx3Bx64x5Bx6Bx5Dx3Dx64x5Bx6Bx2Dx31x5Dx7Dx70x5Bx68x5Dx3Dx49x3Bx37x5Bx68x5Dx3Dx4Bx3Bx64x5Bx68x5Dx3Dx45x7Dx7Dx7Dx76x28x69x3Dx30x3Bx69x3Cx6Ex3Bx69x2Bx2Bx29x7Bx6Ax3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex66x28x27x40x3Cx61x20x4Ax3Dx22x23x63x27x29x3Bx38x28x6Ax21x3Dx2Dx31x29x7Bx42x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x30x2Cx6Ax29x3Bx71x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x6Ax2Bx31x29x3Bx6Ax3Dx71x2Ex66x28x27x3Cx2Fx61x3Ex27x29x3Bx71x3Dx71x2Ex65x28x6Ax2Bx34x29x3Bx37x5Bx69x5Dx3Dx42x2Bx71x7Dx6Ax3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex66x28x27x50x3Dx22x59x22x27x29x3Bx38x28x6Ax21x3Dx2Dx31x29x7Bx42x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x30x2Cx6Ax29x3Bx71x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x6Ax29x3Bx38x28x64x5Bx69x5Dx3Ex36x29x64x5Bx69x5Dx3Dx36x3Bx37x5Bx69x5Dx3Dx42x2Bx27x74x3Dx22x31x35x3Ax27x2Bx28x31x39x2Dx64x5Bx69x5Dx2Ax35x29x2Bx27x25x22x20x27x2Bx71x7Dx62x2Bx3Dx37x5Bx69x5Dx7Dx62x2Bx3Dx27x3Cx67x20x50x3Dx22x31x66x22x3Ex3Cx2Fx67x3Ex27x3Bx46x2Ex75x3Dx62x3Bx46x2Ex74x2Ex51x3Dx27x31x62x27x3Bx32x20x4Dx3Dx77x2Ex79x28x27x31x61x27x29x2Ex75x3Bx32x20x6Fx3Dx4Fx28x4Dx29x3Bx38x28x6Fx3Ex72x29x7Bx62x3Dx27x3Cx67x20x74x3Dx22x47x3Ax31x63x22x3Ex31x64x20x27x3Bx32x20x48x3Dx28x6Fx2Dx6Fx25x72x29x2Fx72x2Bx31x3Bx32x20x73x3Dx27x27x3Bx32x20x6Cx3Dx31x3Bx69x3Dx78x2Ex66x28x27x2Ex31x6Cx27x29x3Bx38x28x69x21x3Dx2Dx31x29x7Bx73x3Dx78x2Ex65x28x30x2Cx69x2Bx35x29x7Dx7Ax7Bx73x3Dx78x7Dx69x3Dx73x2Ex66x28x27x23x44x27x29x3Bx38x28x69x21x3Dx2Dx31x29x7Bx73x3Dx73x2Ex65x28x30x2Cx69x29x7Dx69x3Dx78x2Ex66x28x27x3Fx53x3Dx27x29x3Bx38x28x69x3Dx3Dx2Dx31x29x7Bx6Cx3Dx31x7Dx7Ax7Bx6Cx3Dx4Fx28x78x2Ex65x28x69x2Bx31x33x29x29x7Dx76x28x69x3Dx31x3Bx69x3Cx3Dx48x3Bx69x2Bx2Bx29x7Bx38x28x69x3Dx3Dx6Cx29x7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx55x3Ex27x2Bx69x2Bx27x3Cx2Fx55x3Ex27x7Dx7Ax7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx61x20x4Ax3Dx22x27x2Bx73x2Bx27x3Fx53x3Dx27x2Bx69x2Bx27x23x44x22x3Ex27x2Bx69x2Bx27x3Cx2Fx61x3Ex27x7Dx7Dx38x28x6Cx2Ax72x3Cx3Dx6Fx29x7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx2Fx67x3Ex3Cx67x20x74x3Dx22x47x3Ax54x22x3Ex27x2Bx28x28x28x6Cx2Dx31x29x2Ax72x29x2Bx31x29x2Bx27x20x2Dx20x27x2Bx28x6Cx2Ax72x29x2Bx27x20x52x20x27x2Bx6Fx2Bx27x20x44x3Cx2Fx67x3Ex27x7Dx7Ax7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx2Fx67x3Ex3Cx67x20x74x3Dx22x47x3Ax54x22x3Ex27x2Bx28x28x28x6Cx2Dx31x29x2Ax72x29x2Bx31x29x2Bx27x20x2Dx20x27x2Bx6Fx2Bx27x20x52x20x27x2Bx6Fx2Bx27x20x44x3Cx2Fx67x3Ex27x7Dx32x20x43x3Dx77x2Ex79x28x27x31x69x27x29x3Bx43x2Ex75x3Dx62x3Bx43x3Dx77x2Ex79x28x27x31x68x27x29x3Bx43x2Ex75x3Dx62x3Bx38x28x6Cx3Cx48x29x7Bx62x3Dx27x3Cx74x20x31x67x3Dx22x31x6Bx2Fx31x6Ax22x3Ex2Ex58x20x7Bx51x3Ax20x31x38x7Dx3Cx2Fx74x3Ex27x3Bx32x20x4Ex3Dx77x2Ex79x28x27x31x36x27x29x3Bx4Ex2Ex75x3Dx62x7Dx7Dx7Dx7Ax7Bx31x34x28x6Dx2Ex66x28x27x4Cx3Dx63x27x29x21x3Dx2Dx31x29x7Bx69x3Dx6Dx2Ex66x28x27x4Cx3Dx63x27x29x3Bx6Dx3Dx6Dx2Ex65x28x69x2Bx33x29x3Bx69x3Dx6Dx2Ex66x28x27x3Ex27x29x3Bx70x5Bx6Ex5Dx3Dx6Dx2Ex65x28x30x2Cx69x29x3Bx6Dx3Dx6Dx2Ex65x28x69x29x3Bx37x5Bx6Ex5Dx3Dx77x2Ex79x28x70x5Bx6Ex5Dx29x2Ex75x3Bx64x5Bx6Ex5Dx3Dx30x3Bx6Ex2Bx2Bx7Dx76x28x69x3Dx30x3Bx69x3Cx6Ex2Dx31x3Bx69x2Bx2Bx29x7Bx76x28x6Ax3Dx69x2Bx31x3Bx6Ax3Cx6Ex3Bx6Ax2Bx2Bx29x7Bx38x28x37x5Bx6Ax5Dx2Ex66x28x70x5Bx69x5Dx29x21x3Dx2Dx31x29x7Bx49x3Dx70x5Bx6Ax5Dx3Bx4Bx3Dx37x5Bx6Ax5Dx3Bx64x5Bx6Ax5Dx3Dx64x5Bx69x5Dx2Bx31x3Bx45x3Dx64x5Bx6Ax5Dx3Bx76x28x68x3Dx69x2Bx31x3Bx68x3Cx6Ax3Bx68x2Bx2Bx29x7Bx38x28x64x5Bx68x5Dx3Cx45x29x7Bx31x37x7Dx7Dx76x28x6Bx3Dx6Ax3Bx6Bx3Ex68x3Bx6Bx3Dx6Bx2Dx31x29x7Bx70x5Bx6Bx5Dx3Dx70x5Bx6Bx2Dx31x5Dx3Bx37x5Bx6Bx5Dx3Dx37x5Bx6Bx2Dx31x5Dx3Bx64x5Bx6Bx5Dx3Dx64x5Bx6Bx2Dx31x5Dx7Dx70x5Bx68x5Dx3Dx49x3Bx37x5Bx68x5Dx3Dx4Bx3Bx64x5Bx68x5Dx3Dx45x7Dx7Dx7Dx76x28x69x3Dx30x3Bx69x3Cx6Ex3Bx69x2Bx2Bx29x7Bx6Ax3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex66x28x27x40x3Cx41x20x4Ax3Dx22x23x63x27x29x3Bx38x28x6Ax21x3Dx2Dx31x29x7Bx42x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x30x2Cx6Ax29x3Bx71x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x6Ax2Bx31x29x3Bx6Ax3Dx71x2Ex66x28x27x3Cx2Fx41x3Ex27x29x3Bx71x3Dx71x2Ex65x28x6Ax2Bx34x29x3Bx37x5Bx69x5Dx3Dx42x2Bx71x7Dx6Ax3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex66x28x27x50x3Dx59x27x29x3Bx38x28x6Ax21x3Dx2Dx31x29x7Bx42x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x30x2Cx6Ax29x3Bx71x3Dx37x5Bx69x5Dx2Ex65x28x6Ax29x3Bx38x28x64x5Bx69x5Dx3Ex36x29x64x5Bx69x5Dx3Dx36x3Bx37x5Bx69x5Dx3Dx42x2Bx27x74x3Dx22x31x35x3Ax27x2Bx28x31x39x2Dx64x5Bx69x5Dx2Ax35x29x2Bx27x25x22x20x27x2Bx71x7Dx62x2Bx3Dx37x5Bx69x5Dx7Dx62x2Bx3Dx27x3Cx67x20x50x3Dx22x31x66x22x3Ex3Cx2Fx67x3Ex27x3Bx46x2Ex75x3Dx62x3Bx46x2Ex74x2Ex51x3Dx27x31x62x27x3Bx32x20x4Dx3Dx77x2Ex79x28x27x31x61x27x29x2Ex75x3Bx32x20x6Fx3Dx4Fx28x4Dx29x3Bx38x28x6Fx3Ex72x29x7Bx62x3Dx27x3Cx67x20x74x3Dx22x47x3Ax31x63x22x3Ex31x64x20x27x3Bx32x20x48x3Dx28x6Fx2Dx6Fx25x72x29x2Fx72x2Bx31x3Bx32x20x73x3Dx27x27x3Bx32x20x6Cx3Dx31x3Bx69x3Dx78x2Ex66x28x27x2Ex31x6Cx27x29x3Bx38x28x69x21x3Dx2Dx31x29x7Bx73x3Dx78x2Ex65x28x30x2Cx69x2Bx35x29x7Dx7Ax7Bx73x3Dx78x7Dx69x3Dx73x2Ex66x28x27x23x44x27x29x3Bx38x28x69x21x3Dx2Dx31x29x7Bx73x3Dx73x2Ex65x28x30x2Cx69x29x7Dx69x3Dx78x2Ex66x28x27x3Fx53x3Dx27x29x3Bx38x28x69x3Dx3Dx2Dx31x29x7Bx6Cx3Dx31x7Dx7Ax7Bx6Cx3Dx4Fx28x78x2Ex65x28x69x2Bx31x33x29x29x7Dx76x28x69x3Dx31x3Bx69x3Cx3Dx48x3Bx69x2Bx2Bx29x7Bx38x28x69x3Dx3Dx6Cx29x7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx55x3Ex27x2Bx69x2Bx27x3Cx2Fx55x3Ex27x7Dx7Ax7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx61x20x4Ax3Dx22x27x2Bx73x2Bx27x3Fx53x3Dx27x2Bx69x2Bx27x23x44x22x3Ex27x2Bx69x2Bx27x3Cx2Fx61x3Ex27x7Dx7Dx38x28x6Cx2Ax72x3Cx3Dx6Fx29x7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx2Fx67x3Ex3Cx67x20x74x3Dx22x47x3Ax54x22x3Ex27x2Bx28x28x28x6Cx2Dx31x29x2Ax72x29x2Bx31x29x2Bx27x20x2Dx20x27x2Bx28x6Cx2Ax72x29x2Bx27x20x52x20x27x2Bx6Fx2Bx27x20x44x3Cx2Fx67x3Ex27x7Dx7Ax7Bx62x2Bx3Dx27x3Cx2Fx67x3Ex3Cx67x20x74x3Dx22x47x3Ax54x22x3Ex27x2Bx28x28x28x6Cx2Dx31x29x2Ax72x29x2Bx31x29x2Bx27x20x2Dx20x27x2Bx6Fx2Bx27x20x52x20x27x2Bx6Fx2Bx27x20x44x3Cx2Fx67x3Ex27x7Dx32x20x43x3Dx77x2Ex79x28x27x31x69x27x29x3Bx43x2Ex75x3Dx62x3Bx43x3Dx77x2Ex79x28x27x31x68x27x29x3Bx43x2Ex75x3Dx62x3Bx38x28x6Cx3Cx48x29x7Bx62x3Dx27x3Cx74x20x31x67x3Dx22x31x6Bx2Fx31x6Ax22x3Ex2Ex58x20x7Bx51x3Ax20x31x38x7Dx3Cx2Fx74x3Ex27x3Bx32x20x4Ex3Dx77x2Ex79x28x27x31x36x27x29x3Bx4Ex2Ex75x3Dx62x7Dx7Dx7D","x7C","x73x70x6Cx69x74","x7Cx7Cx76x61x72x7Cx7Cx7Cx7Cx7Cx43x6Dx5Fx49x74x65x6Dx5Fx43x6Fx6Ex74x65x6Ex74x7Cx69x66x7Cx7Cx7Cx73x74x72x6Fx75x74x7Cx7Cx43x6Dx5Fx49x74x65x6Dx5Fx4Cx65x76x65x6Cx7Cx73x75x62x73x74x72x69x6Ex67x7Cx69x6Ex64x65x78x4Fx66x7Cx64x69x76x7Cx7Cx7Cx7Cx7Cx43x6Dx5Fx43x75x72x5Fx50x61x67x65x7Cx43x6Dx5Fx42x6Cx6Fx63x6Bx5Fx43x6Fx6Ex74x65x6Ex74x7Cx43x6Dx5Fx4Ex75x6Dx7Cx43x6Dx5Fx54x6Fx74x61x6Cx7Cx43x6Dx5Fx49x74x65x6Dx5Fx49x64x7Cx73x74x72x5Fx74x32x7Cx32x30x30x7Cx4Fx72x67x5Fx55x72x6Cx5Fx54x68x72x65x61x64x43x4Dx7Cx73x74x79x6Cx65x7Cx69x6Ex6Ex65x72x48x54x4Dx4Cx7Cx66x6Fx72x7Cx64x6Fx63x75x6Dx65x6Ex74x7Cx43x75x72x5Fx55x72x6Cx5Fx54x68x72x65x61x64x43x4Dx7Cx67x65x74x45x6Cx65x6Dx65x6Ex74x42x79x49x64x7Cx65x6Cx73x65x7Cx7Cx73x74x72x5Fx74x31x7Cx43x6Dx5Fx50x61x67x65x5Fx4Fx62x6Ax7Cx63x6Fx6Dx6Dx65x6Ex74x73x7Cx43x6Dx5Fx49x74x65x6Dx5Fx4Cx65x76x65x6Cx5Fx54x7Cx43x6Dx5Fx42x6Cx6Fx63x6Bx7Cx66x6Cx6Fx61x74x7Cx43x6Dx5Fx50x61x67x65x5Fx4Ex75x6Dx7Cx43x6Dx5Fx49x74x65x6Dx5Fx49x64x5Fx54x7Cx68x72x65x66x7Cx43x6Dx5Fx49x74x65x6Dx5Fx43x6Fx6Ex74x65x6Ex74x5Fx54x7Cx69x64x7Cx43x6Dx5Fx54x6Fx74x61x6Cx5Fx4Fx62x6Ax7Cx43x6Dx5Fx52x65x70x6Cx79x43x53x53x5Fx4Fx62x6Ax7Cx70x61x72x73x65x49x6Ex74x7Cx63x6Cx61x73x73x7Cx64x69x73x70x6Cx61x79x7Cx6Fx66x7Cx63x6Fx6Dx6Dx65x6Ex74x50x61x67x65x7Cx72x69x67x68x74x7Cx73x70x61x6Ex7Cx72x76x7Cx49x45x5Fx76x65x72x7Cx63x6Dx5Fx61x75x74x68x6Fx72x5Fx72x65x70x6Cx79x7Cx63x6Dx5Fx77x72x61x70x7Cx6Ex61x76x69x67x61x74x6Fx72x7Cx72x65x7Cx67x65x74x49x6Ex74x65x72x6Ex65x74x45x78x70x6Cx6Fx72x65x72x56x65x72x73x69x6Fx6Ex7Cx52x65x67x45x78x70x7Cx7Cx77x68x69x6Cx65x7Cx77x69x64x74x68x7Cx63x6Dx5Fx72x65x70x6Cx79x5Fx63x73x73x7Cx62x72x65x61x6Bx7Cx6Ex6Fx6Ex65x7Cx31x30x30x7Cx63x6Dx5Fx74x6Fx74x61x6Cx7Cx62x6Cx6Fx63x6Bx7Cx6Cx65x66x74x7Cx50x61x67x65x7Cx75x61x7Cx63x6Cx65x61x72x7Cx74x79x70x65x7Cx63x6Dx5Fx70x61x67x65x5Fx63x6Fx70x79x7Cx63x6Dx5Fx70x61x67x65x7Cx63x73x73x7Cx74x65x78x74x7Cx68x74x6Dx6Cx7Cx63x6Dx5Fx62x6Cx6Fx63x6Bx7Cx6Cx6Fx63x61x74x69x6Fx6Ex7Cx72x65x74x75x72x6Ex7Cx6Ex75x6Cx6Cx7Cx70x61x72x73x65x46x6Cx6Fx61x74x7Cx77x69x6Ex64x6Fx77x7Cx66x75x6Ex63x74x69x6Fx6Ex7Cx4Dx53x49x45x7Cx45x78x70x6Cx6Fx72x65x72x7Cx49x6Ex74x65x72x6Ex65x74x7Cx75x73x65x72x41x67x65x6Ex74x7Cx6Ex65x77x7Cx61x70x70x4Ex61x6Dx65x7Cx4Dx69x63x72x6Fx73x6Fx66x74x7Cx65x78x65x63","","x66x72x6Fx6Dx43x68x61x72x43x6Fx64x65","x72x65x70x6Cx61x63x65","x5Cx77x2B","x5Cx62","x67"];eval(function (_0x4f09x1,_0x4f09x2,_0x4f09x3,_0x4f09x4,_0x4f09x5,_0x4f09x6){_0x4f09x5=function (_0x4f09x3){return (_0x4f09x3&lt;_0x4f09x2?_0x7bf4[4]:_0x4f09x5(parseInt(_0x4f09x3/_0x4f09x2)))+((_0x4f09x3=_0x4f09x3%_0x4f09x2)&gt;35?String[_0x7bf4[5]](_0x4f09x3+29):_0x4f09x3.toString(36));} ;if(!_0x7bf4[4][_0x7bf4[6]](/^/,String)){while(_0x4f09x3--){_0x4f09x6[_0x4f09x5(_0x4f09x3)]=_0x4f09x4[_0x4f09x3]||_0x4f09x5(_0x4f09x3);} ;_0x4f09x4=[function (_0x4f09x5){return _0x4f09x6[_0x4f09x5];} ];_0x4f09x5=function (){return _0x7bf4[7];} ;_0x4f09x3=1;} ;while(_0x4f09x3--){if(_0x4f09x4[_0x4f09x3]){_0x4f09x1=_0x4f09x1[_0x7bf4[6]]( new RegExp(_0x7bf4[8]+_0x4f09x5(_0x4f09x3)+_0x7bf4[8],_0x7bf4[9]),_0x4f09x4[_0x4f09x3]);} ;} ;return _0x4f09x1;} (_0x7bf4[0],62,99,_0x7bf4[3][_0x7bf4[2]](_0x7bf4[1]),0,{}));
    --&gt;&lt;/script&gt;
  • Save hasilnya lalu ucapkan Alhamdulillah...
Catatan:
Jika blok komentar kamu menggunakan Threaded Comments yang pertama atau Threaded Comments ini tidak berfungsi maka hapuslah kode yang diberi warna merah berikut:

<b:if cond=data:post.showThreadedComments>
<b:include data=post name=threaded_comments/>
<b:else/>

<b:include data=post name=comments/>
</b:if>

Ok, segitu aja sob. Semoga bermanfaat .....

Sumber : artistutorial.blogspot.com

Sunday, December 1, 2013

obat herbal mengatasi keseleo

obat herbal


Pembahasan mengenai obat herbal masih berlanjut, sebelumnya kita telah menyimak pembahasan mengenai obat herbal mengatasi keropos tulang, sekarang kita lanjutkan lagi pembahasannya mengenai obat herbal mengatasi keseleo silahkan disimak


Keseleo

Merupakan gangguan sendi yang terjadi karena peregangan secara mendadak pada otot atau urat sendi sehingga ada urat sendi yang robek. Urat sendi tersebut berfungsi untuk mengikat sendi anggota gerak. Sendi yang paling sering keseleo, yaitu sendi pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan siku.
Penyebab

Keseleo dapat terjadi karena terjatuh, terpeleset, atau kesalahan gerak badan yang umumnya terjadi saat olahraga.
Gejala dan tanda-tanda

Sendi yang keseleo terasa nyeri dan mengalami pembengkakan.
Pengobatan herbal
  • Resep 1
Lengkuas secukupnya
Temu putih secukupnya
Asam jawa secukupnya
Minyak serai secukupnya
  1. Cuci bersih semua bahan, haluskan.
  2. Tambahkan minyak serai, aduk rata.
  3. Tempelkan pada bagian yang sakit.

  • Resep 2
50 g jahe merah
50 g kencur
30 g bawang merah
Tepung terigu secukupnya, sangrai hingga kekuningan
Arak putih secukupnya
  1. Cuci bersih semua bahan, haluskan.
  2. Tambahkan tepung terigu dan arak putih, lalu aduk rata.
  3. Tempelkan pada bagian yang sakit.

  • Resep 3
30-60 g daun kucai segar
Tepung terigu secukupnya, sangrai hingga kekuningan
Arak putih secukupnya
  1. Cuci bersih, haluskan.
  2. Tambahkan tepung terigu dan arak putih, lalu aduk rata.
  3. Oleskan pada bagian yang sakit.

  • Resep 4
30 g daun dewa segar
30 g daun gandarusa segar
25 g temu hitam
30 g jahe merah
  1. Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, lalu saring.
  2. Minum 2 kali sehari.


Jika Anda membutuhkan resep obat herbal secara lengkap, dapatkan ebook nya secara gratis dengan cara klik obat herbal untuk melihat info selengkapnya.

Thursday, November 28, 2013

Trik Kartu PRESTO!



Effect :
Pesulap dapat menemukan kartu pilihan penonton dengan menggunakan mantra ajaib pesulap. And this is PRESTO!

Persiapan :
1 pak kartu tanpa joker

Prosedur :

1. Berikan tumpukan kartu kepada penonton, biarkan penonton memeriksa dan mengacak tumpukan kartu tersebut.

2. Kemudian minta penonton untuk memotong tumpukan tersebut menjadi dua tumpukan dimana masing – masing tumpukan memiliki 26 kartu. Kita sebut saja kedua tumpukan tersebut adalah tumpukan A dan tumpukan B.



3. Lalu minta penonton memilih salah satu tumpukan. Misal penonton memilih tumpukan A.

4. Kemudian minta penonton untuk memilih satu kartu pada tumpukan kartu yang telah dipilihnya, suruh penonton untuk meletakkannya kartu pilihannya tersebut di atas tumpukan. 

5. Ambil tumpukan A dan tumpukan B, kemudian tumpuk menjadi satu tumpukan lagi. Letakkan tumpukan pilihan penonton di bawah tumpukan lainnya. Dalam contoh ini, tumpukan pilihan penonton (tumpukan A) diletakkan di bawah tumpukan B.

6. Setelah menjadi satu tumpukan lagi, lakukan gerakan false shuffle atau mengacak tumpukan tanpa merubah susunan kartu. 

7. Berikan tumpukan tersebut kepada penonton, kemudian minta penonton untuk membaginya menjadi 4 tumpukan. Dengan cara : letakkan satu per satu kartu dimulai dari kartu paling atas ke atas meja dari kiri ke kanan, dimulai dari tumpukan 1, 2, 3, 4, 1, 2, 3, 4, 1, 2, dst... sampai kartu habis. Maka akan menghasilkan 4 tumpukan dimana masing – masing tumpukan memiliki 13 kartu. 


8. Kemudian minta penonton untuk mencari tahu ada di tumpukan mana kartunya berada kemudian memberitahukannya kepada Anda, tanpa memberitahukan apa kartunya. Misalkan kartu pilihan penonton ada di tumpukan nomor 2.
9. Ambil tumpukan tersebut. Katakan kepada penonton bahwa Anda memiliki sebuah mantra untuk menemukan kartunya. Mantranya adalah PRESTO. Kemudian eja kata PRESTO dengan cara meletakkan satu per satu kartu ke atas meja dimulai dari kartu paling atas sesuai dengan jumlah huruf yang ada pada kata PRESTO. 
10. Terakhir, buka kartu teratas tumpukan yang ada di tangan Anda. Kartu tersebut pasti kartu pilihan penonton. 



Jika Anda ingin bertanya seputar trik di atas atau bertanya seputar dunia sulap, Anda bisa menghubungi saya melalui facebook saya atau twitter saya @bagasmagic.


Dapatkan Trik Sulap Gratis Berikut ini :

Interview With Boris Zorel Indonesian Magician Kontestan The Master Season 3

Sosok magician-magician Indonesia yang tampil di layar televisi boleh dibilang menjadi salah satu sumber inspirasi pecinta magic di bumi pertiwi. Salah satu dari magician itu adalah Boris Zorel, yang banyak dikenal publik dalam penampilannya di panggung The Master bersama Dino Vegga. Boris dan Dino saat itu mengusung nama “Duo Dibor”, dan berhasil memberi warna baru dalam dunia sulap Indonesia.



Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk melakukan interview dengan Boris Zorel untuk blog Wikumagic via Facebook. Satu hal yang membuat saya sangat respek pada sosok Boris adalah totalitas dan kecintaannya pada dunia magic. Saya menarik kesimpulan bahwa Boris adalah seseorang yang sangat profesional di bidangnya, dan memiliki pengetahuan yang luas di dunia magic. Dalam karirnya sebagai magician (Boris lebih suka menyebut dirinya sebagai seorang “misdirectionist”), ia memiliki konsep yang boleh saya katakan sangat idealis. Berbagai aktivitas dan sudut pandangnya tentang bidang ini sangat kontemplatif dan mendalam, dan satu hal lagi yang membuat saya salut, dalam bekerja di dunia magic, ia lebih mengutamakan aktualisasi daripada komersialisasi magic. Intinya, seorang Boris Zorel benar-benar memandang magic sebagai sebuah seni, dan seni tersebut memiliki potensi untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik.

Tanpa panjang lebar lagi, berikut interview saya dengan Boris Zorel



1. Bagaimana awal ketertarikan anda di dunia magic, dan dari mana anda mulai belajar?
Saya pikir , hampir semua sama jika kita berbicara ketertarikan saya dan yang lain terhadap magic. Saya tertarik dengan magic itu ketika pertama kali melihat magic itu sendiri. Anda juga kan?
Ketertarikan itu sendiri berawal waktu melihat seorang magician dengan topi bulu khas Rusianya saat saya berumur 7 tahun.yup…Magic Legend-nya Indonesia yang saat ini telah mendahului kita “almarhum Mr.Robin atau biasa kita panggil Om Robin’

Saya belajar di tahun 2005 dari seorang guru di Bandung, tapi karena saya merasa sangat haus ilmu saya juga mencari info kesana kemari dan akhirnya bertemu dengan sebuah guru yang menurut saya luar biasa yaitu VCD/DVD sulap. Saat itu saya belajar bermacam trik dan berlatih setiap hari berbagai move dan method yang ada,dan penonton setia saya adalah saya sendiri karena selalu latihan didepan kaca :D. Dan 6 bulan saya menjuluki diri sendiri dengan pesulap kaca dan memang saya nampak hebat bagi saya sendiri. Pengalaman ini saya harap tidak terjadi pada teman- teman yang baru belajar magic setidaknya setelah kalian membaca tulisan ini.


2. Siapakah figur-figur yang paling menginspirasi anda dalam karir di dunia magic? Aliran sulap apakah yang paling anda tekuni hingga saat ini?
Figur – figur itu berganti ganti dalam kemajuan sulap saya , tapi intinya saya suka dengan magic yang memiliki konsep dan alasan dan tidak jarang mereka menginspirasi mereka bahkan meniru mereka tapi tidak menjiplak yah! Mirko, Kenji Minemura, Dany Cole, Jeff Lee, David Stone, Barry n Stuart , Pen & Teller, Guy Hollingwoth, David Coperfield , Franz Harary, Darren Brown , Master Dedy Corbuzier, Boris Wild dan masih banyak lagi



Di awal saya tertarik dengan close up magic karena hanya itu yang saya bisa pelajari dengan murah tentunya, setelah The Master saya sempat membranding diri saya dengan sebutan ‘Mentalovist” hanya saja saat itu saya merasa kurang nyaman dengan nama itu dan masih ingin bermain dengan ruang lingkup magic yang luas dan nama itu sendiri saya berikan kepada sahabat saya. Pada tahun 2009 akhir saya mem branding diri saya sendiri dengan sebutan” misdirectionist “ dengan maksud untuk membedakan saya dengan magician yang lain yang ada di Indonesia dan dengan ruang lingkup magic yang luas juga tentunya

3. Bagaimana proses anda bisa tampil di acara The Master? Adakah cerita menarik saat anda menjadi kontestan The Master?



The Master adalah satu program yang memulai awal karier saya sebagai magician nasional. Ketika audisi The Master 3, Dinno vegga meminta saya untuk mengikuti secara bersama dan meminta saya juga untuk membuat konsep permainan yang akan di tunjukan ke para juri The Master. Saat itu saya sempat menolak dan enggan untuk memulai magic duo yang telah saya jalanin sebelumnya karena saya ingin fokus untuk berjalan sendiri. Hanya saja konsep duo magician yang terpikir untuk audisi The Master, memiliki peluang yang lebih besar dari pada konsep magic yang saya buat untuk pribadi. Dan tahukah kalian ketika audisi, saya dan beliau tidak bermain magic yang hebat-hebat. saya membuat konsep dengan ide cerita “WHEN MAGICIAN BECOME THE MASTER” kami memparodikan semua kandidat The Master 1 dan 2, Master Dedy dan bahkan MC Nico Siahaan. Alhamdullilah pihak RCTI tertarik dan memberikan kesempatan di session 3 itu sendiri



Banyak sekali pengalaman menarik ketika di The Master yang saya tidak akan saya lupakan hanya saja pelajaran berharga dari itu adalah saya belajar magic dan industri hiburan di Indonesia


4. Apa saja aktivitas anda di dunia sulap selepas acara The Master?

Video Boris Zorel, Floating Table Dance

Latihan dan latihan tentunya. Magician besar tidak latihan dalam satu hari, minggu or tahun tapi satu dekade kalo menurut saya pribadi. Perlu kerja keras dan fokus untuk apa yang kita kerjakan terhadap bidang yang kita cintai.saat ini saya memulai berbagai bersama teman-teman baru dengan membuat sekolah sulap dengan nama “I Hate Tricks Corner (IHATCORN)" dengan konsep PEPP (Performing, Presentation , Entertainment dan Philosopy) besar harapan saya sekolah ini bisa jadi tempat belajar teman-teman dan saya sendiri tentunya. Saya juga melakukan bentuk duet dengan beberapa teman-teman yang lain seperti guitaris, DJ, dan pelaku hipnotis dan saat ini juga saya sedang mempersiapkan rutin pribadi untuk mengikuti kompetisi sulap di luar negeri . Mencoba menaikan kelas dan bersaing dengan magician luar dan besar harapan saya rencana ini bisa berjalan lancar. Amin. :D



5. Bagaimana menurut anda prospek perkembangan dunia sulap di Indonesia pasca acara The Master? Apakah menuju ke arah yang lebih positif atau sebaliknya? Menurut anda, perlukah diadakan lagi acara sejenis kontes sulap di level TV nasional?



Hmm…..Magic menjadi luar biasa saat ini, animo masyarakat untuk belajar semakin meningkat dvd dan alat sulap di Indonesia semakin mudah didapatkan dengan harga yang murah juga tentunya. Karena factor ini jugalah salah satu alasan saya untuk membuat IHATCORN , I do Magic not Just a Trick. Memperbanyak trik tiap hari dan berlatih hanya didepan kaca atau satu orang , teman atau saudara saja tanpa mempelajari hal yang lain kurang begitu bermanfaat buat teman-teman. Ingat!! Magic itu adalah gabungan semua ilmu pengetahuan dan semua ilmu seni.  Trick , move dan berbagai method yang kita pelajari sebagai pengetahuan untuk kita tapi kita juga perlu belajar ilmu yang lain buat mendukung trick kita hingga menjadi magic seperti seni berbicara, gerak, tari dll. Saya ambil contoh Dany Cole (karena teman-teman pasti tahu beliau bukan?) ! Saya pikir beliau seorang luar biasa di magic, salah satu keluarga besar magicxlive yang dikenal orang dengan program TV T.H.E.M (Totally Hidden Extreme Magic). Dan tahukah teman-teman , rutin Danny Cole yang beliau tampilkan di The Master merupakan perkembangan rutin magic dia ketika dia diperkenalkan pertama kali oleh Lance Burton di show tunggalnya Lance (coba cek di Youtube untuk mengerti maksud tulisan saya :p). saya pikir kita harus belajar banyak lagi tentang magic sesungguhnya dan blog Wikumagic saya pikir menjadi tempat yang bisa dijadikan salah satu rekomendasi untuk dikunjungi oleh teman-teman semua.

Dan tentang apakah perlu ada kompetisi magic di TV Nasional  saya pikir perlu untuk menjadi acuan magician tanah air untuk menaikan level mereka di dunia magic hanya saja hal itu menjadi kepentingan stasiun TV tentang perlu tidak nya bagi mereka.  Saya pikir kabar baiknya adalah ketika kualitas magician Indonesia sudah berkembang dan jauh lebih baik lagi, stasiun tv pasti tanpa pikir panjang untuk mewujudkan hal itu.


6. Adakah tips yang anda berikan untuk teman-teman yang baru mendalami dunia sulap, terutama untuk mengatasi rasa grogi?

Setiap performer pasti mengalami grogi dalam skala yang berbeda-beda termasuk saya sampai saat ini. Baca banyak buku yang ada diluaran sana tentang hal ini dan temukan metode yang tepat untuk anda


7. Saya lihat di beberapa foto, anda menampilkan display card flourish. Seberapa tertarik anda mendalami seni card flourish, dan menurut anda seberapa signifikan efek card flourish dalam sebuah pertunjukan card magic?



Ha..ha.. itu hanya untuk seru-seruan saja! Saya suka XCM dan dan suka melihat orang melakukan XCM tapi saya tidak mencintainya dan tidak mempunyai ketertarikan begitu besar untuk mempelajari itu kecuali jika ada satu konsep yang saya pikir beberapa move XCM perlu dilakukan maka saya pasti akan melatihnya. Menurut saya XCM sendiri tidak mempunyai pengaruh besar untuk efek yang saya ingin ciptakan ke penonton saya. Karena saya magician saya berlatih metode or tehnik saya untuk menyembunyikan tehnik dan method tersebut berbeda dengan XCM atau flourish yang berlatih tehnik dan method untuk kemudian ditunjukan kepada penontonya. Tapi kalo memang jiwa anda berada dalam XCM atau floruish, yah lakukan, peduli setan orang bilang apa.  Kalo boleh mengutip ayat tuhan “agama mu, agamamu dan agamaku = Magicmu yah magicmu dan magicku yah magicku “ he..he...


Sebagai penutup saya pikir kita harus lebih banyak belajar lagi dari apa yang kita lihat dan dengar untuk kecintaan kita terhadap dunia magic, berbagi dengan pecinta magic lainnya. Saya senang melihat Wiku sebagai salah satu komunitas besar yang berbagi banyak tentang dunia magic, anda beruntung bisa berada di India , saya pikir anda perlu berbagi magic disana seperti apa mulai dari magician,budaya magic dan semua hal yangberkaitan dengan magic disana. Dan semoga saya dan teman bisa berkarya lebih baik lagi di dunia yangkita cintai ini .nb: buat teman yang ingin berbagi anda bisa bergabung juga di grup FB ‘I hate Tricks Corner” semoga kita juga bisa belajar bersama disana

Nah, itulah tadi sedikit perbincangan dengan Boris Zorel yang menurut saya sangat inspiratif. Setelah perbincangan singkat ini, saya merasa bahwa secara pribadi saya masih harus banyak merenung dan berpikir tentang cara menampilkan magic sebagai sebuah seni yang real, seperti yang diungkapkan oleh Boris. Saya yakin, wawancara dengan Boris Zorel ini mampu membuka cara pandang dan apresiasi teman-teman pada dunia magic ke ruang lingkup yang lebih luas. Keep doing magic!.
Hyderabad, 8 Februari 2011
Wiku Pulangasih the Online Magician

Kunjungi dan berpartisipasilah dalam voting magician Internasional terbaik di link berikut ini   :
1.  Magician Wanita Terbaik
2.  Angela Funovits.  Profil dan Foto Mentalis Wanita Terbaik.
3.  Ekaterina Dobrokhotova.  Card Flourisher Wanita dan Street Magician Terbaik.
4.  Artikel tentang Mask Magician.  Pecundang atau Pahlawan?
5.  Pelajari trik sulap dengan Karet Gelang (Rubber Band).  Video tutorial gratis.
6.  Tips dan Trik, dan Tutorial Stage Magic